Memilih Topik yang Tepat Untuk Skripsi/Thesis

by 11.07
Pemilihan Topik yang tepat adalah tantangan pertama dalam melakukan penelitian (Rudestam & Newton, 1992).
     Tidak ada aturan sederhana untuk memilih topik yang diminati, tetapi ada beberapa pertimbangan untuk membuat keputusan tentang topik yang tepat.
    Umumnya tidaklah bijaksana untuk menjelaskan sesuatu yang sangat penting, seperti topik penelitian tanpa terlebih dahulu memperoleh pengetahuan yang luas dalam bidangnya. Memperoleh pengetahuan bisa dengan membaca atau berdiskusi dengan ahli.
Beberapa petunjuk pemilihan Topik :

Sebuah Penegasan

by 23.25
Khayalanku selalu melambung jauh. Ragaku disini, tapi pikiranku melesat memembus ruang dan waktu. Menciptakan dunia masa depan dengan aku sebagai actor dan sutradaranya. Rasanya seperti hidup bahagia. Semua yang ku inginkan dan kuharapkan terwujud nyata. Indah tanpa cacat.

Khayalanku selalu melambung jauh. Hingga raga dan sukma selalu bergerak bertentangan. Seperti dua kembar siam yang tak akur. Yang satu ingin melakukan segalanya dengan cepat, baik dan memimpikan kesempurnaan. Sedangkan, satunya sangat lambat, selalu buat kesalahan dan merasa tak berguna.

Khayalanku selalu melambung jauh. Terlalu jauh hingga resah tuk kembali. Berdiri penuh kesadaran ditengah kenyataan dan imajinasi. Keduanya berbeda, seperti langit dan bumi, seperti utara dan selatan dan seperti hitam dan putih. Tapi ini bukan soal pilihan, karena keduanya seperti logika buah simalakama. Ini adalah soal ketegasan.

Dan karena khayalanku selalu melambung jauh. Menimbulkan sosok diri yang kabur kejelasannya. Mempertanyakan eksistensi diri, tentang siapa, apa dan bagaimana “aku”. Menciptakan ketidak seimbangan sistem kehidupan. Yang sangat jelas terlihat adalah “aku” yang merugi.

Dalam khayalanku yang selalu melambung jauh. Aku nampak berbeda. Ada warna, ada mimpi, dan ada cinta. Melipat gandakan luas dunia yang nyata dengan yang maya. Menciptakan hal baru dan menyempurnakan yang lalu.

Tentang khayalan yang selalu melambung jauh. Itu bukan kesalahan namun juga bukan kebaikan. Sudah ku jelaskan ini bukan tentang pilihan tapi tentang ketegasan.

Tulisan ini juga untuk menjelaskan apa yang hendak ku tegas kan dalam hidupku.
Sebuah langkah baru untuk menemukan satu hal, yang disebut orang “Kebahagiaan Sejati”.

Memulai Menulis

by 10.22
Bagaimana memulai sebuah tulisan ?.
Pertanyaan umum yang sering diajukan di forum diskusi tentang menulis.
Jawabannya pun beragam. Salah satunya ada yang menjawab, “Mulai lah dari apa yang kamu tahu”.

Ini adalah jawaban yang paling populer alias sering muncul. Memang, menulis akan jauh lebih mudah dilakukan jika kita memulai dari apa yang diketahui dan dipahami.
Namun, karenakarakter manusia yang berbeda-beda, jawaban itu menjadi relatif. Artinya, setiap orang punya cara sendiri untuk memulai tulisan. Tidak harus sesuai jawaban itu.

Begitulah yang aku alami. Aku sering kesulitan dalam memulai sebuah tulisan. Kalimat apa yang bagus dtaruh di paragraf pertama (lead)?, bagiku itu penting karena awalan adalah daya tarik sebuah tulisan. Ini akan menentukan pembaca untuk terus membaca atau berhenti.

Namun, berpikir seperti itu hanya akan membuat pusing diri sendiri dan menunda akhirnya. Lalu lupa.. (ini menyedihkan)

B1A4 - Only Learnt The Bad Things

by 18.01

B1A4 - OK

by 17.27

09-11-2011

by 11.42
Aku tidak bisa berpikir dan belajar sebelum ku tumpahkan semua isi otakku.
Ini masih tentang kemaren. Pertama tentang tugas kelompokkan. Akhir-akhir ini dalam kelompok tugasku selalu ada konflik. Mereka ku buat kesal dan aku juga selalu dibuat kesal oleh mereka. Ini hal yang wajar, namun ini terjadi berkali-kali, jadi sedikit miris dan menyakitkan. Mungkin mereka marah karena kadang sifat egois dan superior q muncul. Dan mereka membuatku kesal saat mereka setengah-setengah dalam bekerja, semaunya sendiri dan lepas tanggung jawab.

Kekompakan itu bukan hal mudah untuk dimunculkan dalam urusan kerja, utamanya kerja kelompok. Tapi sepengetahuanku kekompakan mudah dimunculkan jika itu untuk hiburan dan bersenang-senang. Itu juga yang sering terlihat dalam film-film.

Hmm..aku harus bagaimana? Bagaiaman menciptakan kekompakan dalam kelompok. Sejujurnya aku ingin bisa jadi penyemangat dan penyumbang ide dalam kelompok. Tapi saat pernah ku melakukan itu dan berpikir begitu justru ku dinilai egois dan superior. Saat aku jadi penurut dan pihak netral dalam kelompok, aku selalu merasa takm puas dengan hasilnya. Dan seringnya berantakan dan gak jelas substansinya. Ini mengecewakan.

Bagaimana aku harus bersikap untuk menciptakan kekompakan Tim dan kerjasama yang sehat. Aku juga sedang belajar, belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

Aku ingin bahagia dan menciptakan kebahagiaaan disekelilingku.
Itu impian dasarku.

07-11-2011

by 23.36
Hal yang paling ingin ku ucapkan sekarang adalah "maaf". Maaf untuk kata-kataku yang kelewatan pada Hilma dan Om Meg. Aku menyesal dan takkan ku ulangi lagi.


Dan tentang hari ini, hari pertama Ujian Tengah Semester. Dibuka dengan ujian mata kuliah "Riset Audiens".Istimewanya ujian ini bersifat open book namun pertanyaan yang diajukan tidak ada dalam softcopy materi yang diberikan, alias percuma buka buku..huft...


Dosen pengampunya pun tak kalah istimewa. Beliau selalu sukses membuatku mengantuk di kelas dan menyesal kemudian. Kehadiran yang terasa sia-sia karena tak merasa mendapatkan ilmu. Tapi memang begitulah caranya. Syukur beribu syukur, UTS pertama ini bisa kukerjakan dengan baik. Karena pagi hari tadi aku sempat membaca e-book di google tentang riset audiens dan semua yang aku baca tadi pagi keluar dalam soal ujian.


Aku tak menganggap ini keberuntungan tapi ini adalah buah dari usaha. Karena aku mencari tahu apa itu, mencoba memahami dan menghafal yang perlu. Meski aku tak paham dengan penjelasan di kelas, aku mencari tahu itu diluar kelas. Dan ini jauh lebih menyenangkan. Thanks GOD...

Mencari Makna

by 20.05
Aku sedang menulis. Menulis tentang aku yang tampak tenang dari luar namun sebenarnya galau di dalam. Ini aku, aku yang sedang mencari apa yang terbaik untuk masa depanku. Dan aku, aku yang sedang meraba-raba peluang, mencari jawab tentang yang namanya kesuksesan.
Aku tahu, aku adalah aku. Kodrat hidup bahwa manusia itu berbeda, aku, kamu dan yang lainnya. Beda pula nasib dan cerita hidupnya. Paham, cukup paham aku.
Lalu kini aku menulis. Menulis yang aku tak tahu bisa disebut tulisan apa. Menulis tentang keinginan besarku untuk menulis. Tahukah kau sangat besar keinginanku untuk menulis. Besar, hingga ku tak tahu ukurannya.
Aku tak ingin mengenang masa lalu atau menyalahkan diriku. Diriku yang tak memanfaatkan masa itu. Masa dimana banyak ide mengalir di otakku. Otakku yang gemar berimajinasi a,b,c, hingga z. Hingga begitu banyak kertas terbuang sia, setelah ku tuliskan imajinasiku.
Sudah, yang lalu jadikanm pelajaran saja. Kini aku ingin menulis, ingin, ingin. Tapi tak ada satu tulisan pun yang jadi. Aku sudah baca ini dan itu, hingga mengikuti tips. Namun, tetap saja tak tahu bagaimana caranya memulai. Bagaimana?.
Tiga hal yang sering berputar diotakku sebelum menulis, ”ide, cara memulai, apa makna (pelajaran)”. Tiga hal ini lah kunci untuk menghidupkan aku, nyawa tulisan dan merangsang pembaca. Itulah yang kuyakini sejak dulu. Dulu begitu caraku menulis. Bahagia rasanya, saat teman-teman memiliki respon berbeda tentang tulisanku. Karena respon itu bukti, kalau mereka fokus dan membaca tulisan sampai selesai.
Dan sekarang, kenapa aku belum menulis?. Kenapa jadi begitu rumut untuk melakukannya?. Banyak yang bilang, ”menulis saja!”. Aku sudah menulis, lebih dari menulis saja. Namun, apalah arti tulisan-tulisan itu jika tak bermakna. Tulisan yang sepertinya hanya bisaa ku nikmati sendiri. Tulisan yang, yang, yang, akh..aku tidak tahu yang apa. Yang jelas aku tidak suka tulisan itu.
Ya Tuhan, aku suka menulis, sungguh. Aku ingin jadi penulis, yakin. Tapi aku belum menemukan cara dan jalannya. Belum. 

Setengah Hati yang Utuh

by 19.40
With KKN 19

Selalu ada cerita. Selama kita bergerak menyusuri waktu. Menebak apa yang akan terjadi, karena hidup ini misteri.

Selalu ada kisah. Mungkin kekasih, mungkin teman, mungkin juga musuh. Menciptakan rasa yang berkala, bisa sesaat bisa pula selamanya. Cinta, benci, tawa, tangis, suka dan duka.

Selalu ada yang baru. Keluarga baru, sahabat baru, kekasih baru, mungkin juga musuh baru. Baru akan ditemui jika kamu mencari tahu. Cari dalam hati dan sekitarmu.


Dan kini, jawabnya ada dihadapku. Setengah hatiku berubah utuh. Memori sebulan lalu, bersama kalian teman-teman baruku.



Apa kau percaya kebetulan?. Aku tidak. Semua yang terjadi memang sudah seharusnya terjadi. Apa yang kita alami adalah buah dari apa yang kita pikirkan dan lakukan.

Dalam

by 09.27
Seperti ombak yang menepi
Kadang besar kadang kecil
Sepeti langit saat siang
Kadang mendung kadang terang
Seperti angin tak terlihat
Kadang menyesatkan
Seperti cuaca tak terbaca
Kadang meraba-raba
Dan seperti pepatah berkata
Kadang bermakna


Seperti apanya itu
Itu yang ada di dalam
Dalamnya dalam
Dalam jiwa, dalam tubuh
Dalamnya pikiran bersumber hati
Dikenalnya ”emosi”


Adanya tak terlihat, rasanya tak terbaca
Hanya sedikit cerita

Apa Itu Teman ?

by 16.25
Jadi apa itu teman ?
Hanyakah sebuah susunana kata T-E-M-A-N ?
Atau yang kemana-mana harus bersama dan selalu sepemikiran ?
Yang selalu berucap kata manis meski ada pahit ?
Merubah diri menjadi seolah kuat saat bersama saja ?
Sungguh mecemaskan dan menakutkan jika itu teman..

Terkadang aku terperangkap antara nyata dan maya. Dalam maya, teman seperti dalam film dan cerita. Saling percaya, saling membantu, saling bekerja sama, toleransi dan menjaga kebersamaan. Namun, dalam nyata teman seperti barang yang mudah kadaluarsa. Saling menggunjing dibelakang, jika tak bersama dikucilkan, dan jika bersalah atau berbeda artinya putus hubungan.

Hah,,mengerikan..

Bagiku, teman itu pencarian
Karena teman adalah malaikat
Yang memberi obat saat sekarat
Yang melengkapi saat kekurangan
Yang menasehati saat bersalah, dan
Yang tetap ada, menerima bagaimanapun kita



Aku berusaha seperti itu..
Namun belum ku temukan

Jadi, teman itu ?

2NE1 - Lonely

by 22.02

2NE1 feat BIGBANG - Lollipop

by 10.09

2NE1 - Clap Your Hands

by 16.06

Apa yang paling Ku inginkan ???

by 15.49
Apa yang paling ku inginkan?. Akan sangat bingung menjawab, bila pertanyaan itu tertuju padaku. Karena banyak yang ku inginkan. Banyak sekali, hingga bias mana yang menjadi prioritas dan langkah awal.
Hidup itu singkat, terlalu singkat untuk mewujudkan impianku yang selangit. Mungkin usiaku tak kan cukup memenuhinya, tapi setidaknya ada beberapa mimpi yang bersinar. Sehingga ku merasa berguna. Bagiku, penciptaku, orang tuaku, keluargaku dan bila mampu masyarakat luas.
Terkadang ada ragu, sehingga berkurang setengha niatku. Ragu yang selalu ditemani takut, takut yang akhirnya berimbas diam. Diam tanpa melakukan apapun. Diam yang menyakitkan hati dan diam yang kosong.
Tapi sungguh sikap seperti itu menyakitkan. Aku hanya ingin tumbuh, ingin belajar, ingin bahagia, ingin damai, ingin semangat dan niat menggapai setiap mimpi-mimpiku. Itu adalah cara hidup sehat dan ibadah (agama) sebagai obat atau suplemen hati.
Selalu menjadi pribadi lebih baik setiap harinya...

Bicaralah Lewat Tulisan

by 09.41
Situasi jadi semakin kacau, teriakan reformasi dimana-mana. Terlebih setelah terbunuhnya beberapa mahasiswa Universitas Trisakti. Emosi massa yang didominasi mahasiswa ada diatas batas, tindakan anarki pun tak terelakkan. Begitulah isi video dokumenter, detik-detik kehancuran orde baru (orba).
Setelah keberhasilan reformasi pintu beropini dibuka selebar-lebarnya dan sebebas-bebasnya. Kala itu mahasiswa bak dewa dengan tittle agen of change. Segala kegiatan dan aktivitas pemerintah yang tak sejalan dengan kepentingan masyarakat tak pernah luput dari kritik dan aksi demonstrasi mahasiswa. Hingga ada ungkapan “belum bisa disebut mahasiswa sejati, jika belum pernah turun ke jalan membela kepentingan rakyat.”
Namun, cara beropini dengan demo tak selamanya ampuh. Fenomena tersebut hanya bertahan sekitar enam hingga tujuh tahun pasca reformasi. Setelahnya, demo hanya dianggap isapan jempol. Belakangan justru dijadikan alat politik penguasa yang jauh dari kepentingan rakyat.

Karya Pertamaku - Berita Radio (On Air)

by 11.31
Akhirnya semester ini datang juga. Semester dengan jumlah mata kuliah terbanyak. Semester yag menguras waktu, pikiran dan biaya. Semester "Simulasi", karena semakin banyak praktek. Semester "perjuangan", karena ku mulai merasa jenuh (titik sakral kemalasan mahasiswa) dan semester "pencarian", meraba-raba jalan mana yang akan membawaku menuju mimpiku.

Daaannn..
Inilah karya pertamaku untuk kategori siaran radio dimata kuliah On Air Journalism. 
Bersama Timku yang berjumlah lima orang. Kami membuat berita radio berdurasi 10 (sepuluh) menit.
Meta, Deni, Indri, dan Novi terimakasih kerjasamanya 
Semoga kekurangannya bisa jadi pelajaran dan kelebihannya bisa jadi motivasi.
Untuk harapan dan mimpi masa depan. 
Tetap semangat Kawan... ^_^

Terus Baru, Selalu Baru

by 12.14
Dia menyapaku dengan sapaan SElalu BAru
Masih tetap dingin di dini hari ini. Sepi.
Belum terdengar riuh mesin motor berseliweran di jalan. Sepertinya enggan.
Ibu-ibu pun belum beranjak dari tempat tidurnya, tuk menyiapkan sarapan.
Apalagi anak sekolah masih asyik dengan mimpinya.

tapi mataku sudah terjaga subuh tadi. Ada batu besar yang mengganjal waktu tidurku.
Batu yang bertuliskan "TUGASMU BELUM SELESAI, TAKKAN SEMPAT JIKA TIDUR".
Dinginnya pagi sedingin hatiku, hingga beku pikiranku.
Tapi sapaan-Nya seperti api unggun yang menghangatkan. Api unggun yang menawan
dan menampakkan semangat lewat tariannya.

"Tetap baru..S'lalu baru..dengan karya baru dan harapan baru..tetaplah menjadi baru..
manusia baru..berpikir baru..dihari yang baru..".
Say hello dari-Nya, lewat radio hapeku.
Reflek, aku pun tersenyum. Benar-benar mendamaikan.
Motivasi lewat komunikasi yang tepat dan efektif.
Dia memang komunikator terbaik. Lebih dan lebih untuk Nya.

Thank's to Allah..atas cinta dan kasihmu.
Karenamu jadi seperti matahari yang menghangatkan bumi, pagi ini...

Someday - IU

by 09.30

Mengikis Budaya Minder Bangsa Kita

by 09.48

Ada  beberapa macam dan tingkatan Nasionalisme. Salah satunya adalah yang sangat mementingkan penggunaan budaya, termasuk bahasa nasional sebagai simbol Nasioanlisme dan Patriotisme. Hal ini memang paling mudah diamati namun paling sulit untuk dilaksanakan. Pasalnya, bahasa Indonesia kita kalah pamor dengan bahasa asing. Setiap hari, di Internet, di sekolah, di tempat kerja, penggunaan bahasa asing jauh lebih banyak. Alhasil, itu menjadi suatu kebiasaan yang lama-kelamaan akan menjadi tradisi dan budaya kita juga. Lalu bagaimana dengan bahasa Indonesia, akankah sumpah pemuda diganti, “bahasa inggris adalah bahasaku”?.
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan pertumbuhan masyarakat. Ia biasanya bermula dari kebiasaan yang berlangsung turun-temurun, karena itu mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, ilmu pengetahuan, serta struktur masyarakat, sehingga menjadi ciri khas tersendiri. Masyarakat itu sendiri akhirnya juga mempunyai pengetahuan lebih dari yang lain tentang budaya tertentu.
Sebab itu, kemudian terjadi hubungan timbal balik antara keduanya. Bukan hanya masyarakat yang menciptakan dan membentuk kebudayaan, namun kebudayaan itu juga mempengaruhi pengetahuan, sistem ide dan gagasan yang ada dalam pikiran sutu anggota masyarakat. Baik disadari maupun tidak, hal ini seringkali berpengaruh besar dalam kelangsungan hidup individu-individu yang ada.

Masih Ada Harapan

by 09.37

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Lagu wajib yang s’lalu didendangkan Ibu setiap menyiapkan sarapan pagi di dapur. Inilah Ibuku yang s’lalu penuh semangat dalam s’gala yang dikerjakannya. Aku iri dengannya, di rumah dia s’lalu superior. Tanpanya sejam, rumah ini begitu hampa. Entah bagaimana caranya, tapi dialah orang yang paling di nanti ketika pulang ke rumah.
“plizzz,,Mom..i’m bored, jangan nyanyi lagu itu lagi”, protesq sambil menyeruput susu coklat hangatq di meja makan.
“ouh my princeess, cantik sekali hari ini”, sapa Ibu tanpa peduli protesanku. Gaya bicara dan aksennya mirip tokoh dalam adegan teater.
“ tengkyu,,dan Ibu s’lalu lebih cantik,,aku berangkat dulu, hari ini ada tes”.
“smoga harimu menyenangkan sayang”, sambil mencium pipi kanan-kiriku. Kebiasaan Ibu yang tak tega ku menolaknya. Tapi ku berjanji dalam hati, akan bicara baik-baik untuk merubah kebiasaan ini. Kenapa? Karena ku t’lah remaja,,malu bila teman-temanku tahu.

Sukses adalah Sebuah pilihan

by 18.37
Tidak adanya tujuan hidup dalam diri Anda akan menyebabkan diri Anda pasif
menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda dan biasanya
hidup Anda akan menjadi sangat membosankan/tidak menggairahkan.

Sukses adalah dambaan setiap orang. Tidak ada satu orangpun yang
menginginkan kegagalan dalah hidupnya. Untuk mencapai prestasi kesuksesan
dalam hidup Anda maka terlebih dahulu Anda harus mempunyai tujuan hidup
(goal setting). Tidak adanya tujuan hidup dalam diri Anda akan menyebabkan
diri Anda pasif menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada
Anda dan biasanya hidup Anda akan menjadi sangat membosankan/tidak
menggairahkan.

Literary Jornalism & Me

by 09.32

Aku suka. Sangat-sangat suka tulisan sastra. Bagiku membacanya seolah berada di dunia baru. Dunia dalam kata. Sejujurnya karena membaca karya-karya sastra lah ku ingin jadi penulis. Penulis yang menginspirasi dan mengobati luka pembaca. Penulis yang penuh impian dan harapan. Penulis yang dikenal dan mengenal banyak orang. Penulis yang menulis.

Itulah salah satu sebab mengapa ku memilih konsentrasi “Jurnalistik & Media” dalam kuliahku. Menulis adalah hobiku dan caraku menjadi diriku sendiri. Ada kepuasan yang tak tergambarkan saat berhasil menyelesaikan tulisanku. Dan ku tahu itulah cinta, disana ada mimpi dan harapan-harapan. *Menulis..terus menulis*

Masih Hidup...

by 09.19

Sepintas ku berpikir ini akhir hidupku. Ketika ku berada di tengah jalan dengan beberapa motor yang melaju kencang di depanku. Bukan, bukan sedang bunuh diri. Aku hendak menyeberang jalan untuk membeli makan malam.

Detik itu waktu terasa berhenti. Pikiranku kosong sesaat. MATI, ucapku tanpa suara. Sontak tubuhku lemas di tengah jalan raya. Yang bisa ku lakukan saat itu hanya pasrah dan menunggu apa yang aka terjadi padaku.
Tapi, tubuhku bergerak tanpa perintah dari hati dan pikiranku. Mungkinkah ini kerja saraf (dalam pelajaran biologi). Perlahan ku menghindari motor yang mendekat padaku dan akhirnya berhasil menyeberang dengan selamat.
SELAMAT>>SELAMAT..
Namun jantungku masih berdetak kencang. Ku pikir sudah selesai dan baik-baik saja. Sudah dilewati. Tapi itu ternyata hanya secara fisik. Secara psiklogis aku masih sangat-sangat terkejut dan total merubah suasana hatiku menjadi melow dan takut.
Aku belum siap mati, itulah intinya.
Allah..Allah..Allah.. sejenk ku berzikir menyebut namanya untuk menenangkan hati.
Tapi mood ku belum juga membaik.
Padahal ada tugas yang harus segera ku selesaikan.

Amigos X Siempre - Martin Ft Belinda

by 11.14

Jang Geun Suk - Hello hello

by 19.39

Lee Seung Gi - Losing My Mind

by 09.55

The Cranberries - Just My Imagination

by 08.41

Lyn ft. Bonggu - Two as One

by 14.41

Lee Seung Gi - Starting Now, I Love You

by 14.31

Han Seung Yeon - Super Star

by 13.29
Ost. Marry Me, Mary / Marry Stayed Out All Night

Download Music mp3 disini :

Lyric :
YOU'RE MY SUPER STAR
Na man eui mot jin HONEY HONEY HONEY (HONEY HONEY)
On jé o di so na nal ji kyo jun MY GENIE GENIE GENIE
YOU'RE MY SHINING STAR
Nae ma em so gel hwan hi bi chwo jul dan han sa ram
Sé sang é so yu il han ge dae nen na man eui SUPER STAR

Lee Sun Hee - Fox Rain

by 13.16

Wah..!! Dorayaki dalam Dunia Nyata

by 18.56
Eumz,,yummie, kue yang nampak lezat satu ini pasti sudah sangat familiar. Dorayaki (どらやき。銅鑼焼き、ドラ焼き), salah satu kue tradisonal Jepang (wagashi), yang dipopulerkan oleh komikus jepang Fujiko F Fujio lewat anime “Doraemon”. Anime yang bertahan lama di stasuin tv Indonesia.
Dari penelusuran, asal-usul kue kesukaan doraemon nieh punya banyak versi lho. Mulai dari pembuatannya hingga bentuknya. Menurut cerita yang bisa dipercaya, kue dinamakan Dorayaki karena bentuknya yang mirip gong (bahasa Jepang: dora). Menurut cerita lain, pendekar bernama Saito Musashibo Benkei adalah pencipta Dorayaki. Dan banyak versi lainnya.
Sebenarnya Dorayaki adalah sebutan untuk kue pancake isi selai (di Indonesia, pancake sering disebut sebagai kue Serabi). Di Indonesia sendiri, rasa kue Dorayaki sudah disesuaikan dengan selera lokal. Bahkan kini kue Dorayaki sudah dibuat dengan berbagai macam versi. Versi asli kue dorayaki menurut kartun doraemon sebenarnya hanyalah dua kue pancake yang ditumpuk menjadi satu, serta diberi selai coklat di tengah-tengahnya. Tapi kini penggunaan selai justru sering dioleskan di luar. serta ditambah dengan taburan keju dan Messes agar lebih terasa nikmat.
Dorayaki mudah di jumpai di Indonesia, terutama di Cafe-cafe yang japanise style. Harganya juga relatif murah kok. Tapi jika Sobat ingin membuat sendiri, nieh resepnya. Cara membuatnya mudah, karena sudah mencobanya sendiri dan rasanya top markotop deh. Selamat mencoba ^_^

Aku Takut Mati

by 18.30
Ada banyak hal yang ku takuti sepanjang menjalani hidup ini. Namun, hanya satu hal yang paling menakutkan yakni kematian.

Kematian. Sering memikirkannya bisa dikatakan bagus. Karena juga akan sering mengingat Tuhan, Sang Pencipta. Namun, juga akan menjadi tak baik jika terlalu over (berlebih).

Kematian. Aku tak tahu seperti apa rasanya. Karena belum pernah ku alami, tapi pasti ku alami kelak. Namun, dari sumber ”katanya”, itu rasanya sakit. Sering digambarkan menyeramkan dan menyedihkan. Karenanya, ku tak suka.

Kematian. Bukankah sebenarnya hanya sebuah istilah. Sebuah fase perpindahan dari dunia ke akhirat.

Kematian. Seharusnya jadi kabar gembira buat mereka yang melakukan tugasnya dengan baik di dunia. Karena Presiden Direktur “Allah” memanggilnya. Mungkin akan naik jabatan.

Kematian. Dulu aku sempat senang menyambutnya dan merasa siap. Tapi, sekarang berbeda. Sekarang, aku benar-benar takut.
Sungguh..

Untuk kematian,,,
Bisakah kau menunggu.


Diberdayakan oleh Blogger.