Tampilkan postingan dengan label Story Room. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story Room. Tampilkan semua postingan

Masih Menunggu

by 10.13

Menunggu membuatku melangkah semu
Satu, dua, tiga hari berlalu
Tanpa kata pasti yang menyimpulkan
Tanpa karya pasti yang menentramkan
Emosiku jadi tak menentu
Sekelebat rasa senang, sedih, takut, bimbang menyambar
Dan yang ku lakukan tetap menunggu
Sebenarnya hanya itu
Hanya menunggu
Bagaimana ini?
Masihkah harus menunggu.
Lagi….


Dalam

by 09.27
Seperti ombak yang menepi
Kadang besar kadang kecil
Sepeti langit saat siang
Kadang mendung kadang terang
Seperti angin tak terlihat
Kadang menyesatkan
Seperti cuaca tak terbaca
Kadang meraba-raba
Dan seperti pepatah berkata
Kadang bermakna


Seperti apanya itu
Itu yang ada di dalam
Dalamnya dalam
Dalam jiwa, dalam tubuh
Dalamnya pikiran bersumber hati
Dikenalnya ”emosi”


Adanya tak terlihat, rasanya tak terbaca
Hanya sedikit cerita

Masih Ada Harapan

by 09.37

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga
Lagu wajib yang s’lalu didendangkan Ibu setiap menyiapkan sarapan pagi di dapur. Inilah Ibuku yang s’lalu penuh semangat dalam s’gala yang dikerjakannya. Aku iri dengannya, di rumah dia s’lalu superior. Tanpanya sejam, rumah ini begitu hampa. Entah bagaimana caranya, tapi dialah orang yang paling di nanti ketika pulang ke rumah.
“plizzz,,Mom..i’m bored, jangan nyanyi lagu itu lagi”, protesq sambil menyeruput susu coklat hangatq di meja makan.
“ouh my princeess, cantik sekali hari ini”, sapa Ibu tanpa peduli protesanku. Gaya bicara dan aksennya mirip tokoh dalam adegan teater.
“ tengkyu,,dan Ibu s’lalu lebih cantik,,aku berangkat dulu, hari ini ada tes”.
“smoga harimu menyenangkan sayang”, sambil mencium pipi kanan-kiriku. Kebiasaan Ibu yang tak tega ku menolaknya. Tapi ku berjanji dalam hati, akan bicara baik-baik untuk merubah kebiasaan ini. Kenapa? Karena ku t’lah remaja,,malu bila teman-temanku tahu.

Diberdayakan oleh Blogger.