Time Room
07-11-2011
Hal yang paling ingin ku ucapkan sekarang adalah "maaf". Maaf untuk kata-kataku yang kelewatan pada Hilma dan Om Meg. Aku menyesal dan takkan ku ulangi lagi.
Dan tentang hari ini, hari pertama Ujian Tengah Semester. Dibuka dengan ujian mata kuliah "Riset Audiens".Istimewanya ujian ini bersifat open book namun pertanyaan yang diajukan tidak ada dalam softcopy materi yang diberikan, alias percuma buka buku..huft...
Dosen pengampunya pun tak kalah istimewa. Beliau selalu sukses membuatku mengantuk di kelas dan menyesal kemudian. Kehadiran yang terasa sia-sia karena tak merasa mendapatkan ilmu. Tapi memang begitulah caranya. Syukur beribu syukur, UTS pertama ini bisa kukerjakan dengan baik. Karena pagi hari tadi aku sempat membaca e-book di google tentang riset audiens dan semua yang aku baca tadi pagi keluar dalam soal ujian.
Aku tak menganggap ini keberuntungan tapi ini adalah buah dari usaha. Karena aku mencari tahu apa itu, mencoba memahami dan menghafal yang perlu. Meski aku tak paham dengan penjelasan di kelas, aku mencari tahu itu diluar kelas. Dan ini jauh lebih menyenangkan. Thanks GOD...
Masih di hari ini. Aku bersama kelompokku IDE TEAM kejar target penyelesaian proposal newsletter. Pengajuan proposal kali ini ditujukan pada Join Coffe Malang. Kabar bagusnya, mereka tertarik dengan konsep kami. Kabar kurang baiknya, mereka keberatan dengan estimasi dana yang kami ajukan. Kembali berkutat ke masalah dana alias uang. Jadi ini masih menjadi PR sekaligus tantangan untuk kami, semoga besok segera mendapatkan pencerahan..amieenn.
Namun, ada satu hal yang menarik dari peremuan tersebut (pengajuan proposal). Ini tentang pasar di Malang. Pasar dalam artian target atau segmentasi sebuah usaha. Ada suatu pernyataan, "Malang itu kota yang memiliki pasar dan masyarakat yang unik dan heterogen". Unik dalam artian punya ciri khas dan heterogen artinya memiliki keinginan yang berbeda-beda. Ini adalah pernyataan yang menjadi keluhan pengusaha atau pebisnis yang ingin berbisnis di Malang.
Dari pernyataan tersebut, timbul banyak pertanyaan di otakku tentang sifat, karakter, sikap dan perilaku masyarakat Malang atau target konsumen (audience). Ini sebuah fenomena sosial yang terkait dengan ekonomi. Menarik, perlu dipelajari dan diteliti lebih lanjut. Namun, aku tak ingin membahas banyak tentang ini, karena aku belum mencari informasi secara detail dan mengujinya.
aku ingin mencari tahu tentang ini.. Akan ku temukan kejelasannya...

Dan tentang hari ini, hari pertama Ujian Tengah Semester. Dibuka dengan ujian mata kuliah "Riset Audiens".Istimewanya ujian ini bersifat open book namun pertanyaan yang diajukan tidak ada dalam softcopy materi yang diberikan, alias percuma buka buku..huft...
Dosen pengampunya pun tak kalah istimewa. Beliau selalu sukses membuatku mengantuk di kelas dan menyesal kemudian. Kehadiran yang terasa sia-sia karena tak merasa mendapatkan ilmu. Tapi memang begitulah caranya. Syukur beribu syukur, UTS pertama ini bisa kukerjakan dengan baik. Karena pagi hari tadi aku sempat membaca e-book di google tentang riset audiens dan semua yang aku baca tadi pagi keluar dalam soal ujian.
Aku tak menganggap ini keberuntungan tapi ini adalah buah dari usaha. Karena aku mencari tahu apa itu, mencoba memahami dan menghafal yang perlu. Meski aku tak paham dengan penjelasan di kelas, aku mencari tahu itu diluar kelas. Dan ini jauh lebih menyenangkan. Thanks GOD...
Masih di hari ini. Aku bersama kelompokku IDE TEAM kejar target penyelesaian proposal newsletter. Pengajuan proposal kali ini ditujukan pada Join Coffe Malang. Kabar bagusnya, mereka tertarik dengan konsep kami. Kabar kurang baiknya, mereka keberatan dengan estimasi dana yang kami ajukan. Kembali berkutat ke masalah dana alias uang. Jadi ini masih menjadi PR sekaligus tantangan untuk kami, semoga besok segera mendapatkan pencerahan..amieenn.
Namun, ada satu hal yang menarik dari peremuan tersebut (pengajuan proposal). Ini tentang pasar di Malang. Pasar dalam artian target atau segmentasi sebuah usaha. Ada suatu pernyataan, "Malang itu kota yang memiliki pasar dan masyarakat yang unik dan heterogen". Unik dalam artian punya ciri khas dan heterogen artinya memiliki keinginan yang berbeda-beda. Ini adalah pernyataan yang menjadi keluhan pengusaha atau pebisnis yang ingin berbisnis di Malang.
Dari pernyataan tersebut, timbul banyak pertanyaan di otakku tentang sifat, karakter, sikap dan perilaku masyarakat Malang atau target konsumen (audience). Ini sebuah fenomena sosial yang terkait dengan ekonomi. Menarik, perlu dipelajari dan diteliti lebih lanjut. Namun, aku tak ingin membahas banyak tentang ini, karena aku belum mencari informasi secara detail dan mengujinya.
aku ingin mencari tahu tentang ini.. Akan ku temukan kejelasannya...


Post a Comment