Masih dengan jawaban yang sama,
yang berkali-kali di ulang. Hari ini pun sama, haruskah aku percaya. Pikrku,
aku lelah dengan ini. Ini bukan menyerah, hanya rasa kecewa yang terjadi
berulang. Namun, hatiku ingin percaya, sekali ini saja. Masih berharap dan
menunggu datangnya kabar baik.
Kabar baik. Jika esok itu benar
datang, sungguh akan menjadi keajaiban. Akh, aku kembali membayangkan
bahagianya hari esok mendengar kabar baik. Baikkah jika aku membayangkan
kebahagiaan itu. Awalnya begitu menyenangkan membayangkan itu. Tapi kini,
justru jadi menakutkan. Takut itu hanya semu lagi dan lagi.
Aku ingin esok nyata. Esok ada
kenyataan datangnya kabar baik. Baik yang membahagiakan.
Masih dalam harap,
29 Januari 2012



