Datanglah Kabar Baik

by 10.15

Masih dengan jawaban yang sama, yang berkali-kali di ulang. Hari ini pun sama, haruskah aku percaya. Pikrku, aku lelah dengan ini. Ini bukan menyerah, hanya rasa kecewa yang terjadi berulang. Namun, hatiku ingin percaya, sekali ini saja. Masih berharap dan menunggu datangnya kabar baik.

Kabar baik. Jika esok itu benar datang, sungguh akan menjadi keajaiban. Akh, aku kembali membayangkan bahagianya hari esok mendengar kabar baik. Baikkah jika aku membayangkan kebahagiaan itu. Awalnya begitu menyenangkan membayangkan itu. Tapi kini, justru jadi menakutkan. Takut itu hanya semu lagi dan lagi.

Aku ingin esok nyata. Esok ada kenyataan datangnya kabar baik. Baik yang membahagiakan.

Masih dalam harap,
29 Januari 2012

Masih Menunggu

by 10.13

Menunggu membuatku melangkah semu
Satu, dua, tiga hari berlalu
Tanpa kata pasti yang menyimpulkan
Tanpa karya pasti yang menentramkan
Emosiku jadi tak menentu
Sekelebat rasa senang, sedih, takut, bimbang menyambar
Dan yang ku lakukan tetap menunggu
Sebenarnya hanya itu
Hanya menunggu
Bagaimana ini?
Masihkah harus menunggu.
Lagi….


Memilih Topik yang Tepat Untuk Skripsi/Thesis

by 11.07
Pemilihan Topik yang tepat adalah tantangan pertama dalam melakukan penelitian (Rudestam & Newton, 1992).
     Tidak ada aturan sederhana untuk memilih topik yang diminati, tetapi ada beberapa pertimbangan untuk membuat keputusan tentang topik yang tepat.
    Umumnya tidaklah bijaksana untuk menjelaskan sesuatu yang sangat penting, seperti topik penelitian tanpa terlebih dahulu memperoleh pengetahuan yang luas dalam bidangnya. Memperoleh pengetahuan bisa dengan membaca atau berdiskusi dengan ahli.
Beberapa petunjuk pemilihan Topik :

Sebuah Penegasan

by 23.25
Khayalanku selalu melambung jauh. Ragaku disini, tapi pikiranku melesat memembus ruang dan waktu. Menciptakan dunia masa depan dengan aku sebagai actor dan sutradaranya. Rasanya seperti hidup bahagia. Semua yang ku inginkan dan kuharapkan terwujud nyata. Indah tanpa cacat.

Khayalanku selalu melambung jauh. Hingga raga dan sukma selalu bergerak bertentangan. Seperti dua kembar siam yang tak akur. Yang satu ingin melakukan segalanya dengan cepat, baik dan memimpikan kesempurnaan. Sedangkan, satunya sangat lambat, selalu buat kesalahan dan merasa tak berguna.

Khayalanku selalu melambung jauh. Terlalu jauh hingga resah tuk kembali. Berdiri penuh kesadaran ditengah kenyataan dan imajinasi. Keduanya berbeda, seperti langit dan bumi, seperti utara dan selatan dan seperti hitam dan putih. Tapi ini bukan soal pilihan, karena keduanya seperti logika buah simalakama. Ini adalah soal ketegasan.

Dan karena khayalanku selalu melambung jauh. Menimbulkan sosok diri yang kabur kejelasannya. Mempertanyakan eksistensi diri, tentang siapa, apa dan bagaimana “aku”. Menciptakan ketidak seimbangan sistem kehidupan. Yang sangat jelas terlihat adalah “aku” yang merugi.

Dalam khayalanku yang selalu melambung jauh. Aku nampak berbeda. Ada warna, ada mimpi, dan ada cinta. Melipat gandakan luas dunia yang nyata dengan yang maya. Menciptakan hal baru dan menyempurnakan yang lalu.

Tentang khayalan yang selalu melambung jauh. Itu bukan kesalahan namun juga bukan kebaikan. Sudah ku jelaskan ini bukan tentang pilihan tapi tentang ketegasan.

Tulisan ini juga untuk menjelaskan apa yang hendak ku tegas kan dalam hidupku.
Sebuah langkah baru untuk menemukan satu hal, yang disebut orang “Kebahagiaan Sejati”.

Memulai Menulis

by 10.22
Bagaimana memulai sebuah tulisan ?.
Pertanyaan umum yang sering diajukan di forum diskusi tentang menulis.
Jawabannya pun beragam. Salah satunya ada yang menjawab, “Mulai lah dari apa yang kamu tahu”.

Ini adalah jawaban yang paling populer alias sering muncul. Memang, menulis akan jauh lebih mudah dilakukan jika kita memulai dari apa yang diketahui dan dipahami.
Namun, karenakarakter manusia yang berbeda-beda, jawaban itu menjadi relatif. Artinya, setiap orang punya cara sendiri untuk memulai tulisan. Tidak harus sesuai jawaban itu.

Begitulah yang aku alami. Aku sering kesulitan dalam memulai sebuah tulisan. Kalimat apa yang bagus dtaruh di paragraf pertama (lead)?, bagiku itu penting karena awalan adalah daya tarik sebuah tulisan. Ini akan menentukan pembaca untuk terus membaca atau berhenti.

Namun, berpikir seperti itu hanya akan membuat pusing diri sendiri dan menunda akhirnya. Lalu lupa.. (ini menyedihkan)

Diberdayakan oleh Blogger.