Komunikasi & Strategi Dakwah >> Dakwah sebagai Tindakan Sosial

"Part 2"
Memahami Elemen Dakwah
Seorang da’i sulit menjadi bijak kecuali dengan memahami sendi-sendi dakwah dengan baik dan benar.  Sendi atau rukun dakwah tersebut akan dibicarakan berikut ini.
  1. materi dakwah
Tema sentral dakwah adalah Dinul Islam. Firman Allah, surat Ali Imran ayat 10 dan 85.
Selain memahami Islam, seorang da’i dituntut untuk memahami tujuan Islam yang terkandung dalam syariat islam, yaitu mewujudkan kemaslahatan hamba dan menghalau segala bentuk kerusakan untuk masa kini dan mendatang.
Secara garis besar, syariat islam terpusat pada tiga kemaslahatan :
a) menolak kerusakan demi memelihara agama, jiwa, akal, keturunan,
    kehormatan diri dan harta,
b) mendatangkan berbagai kemaslahatan yang bersummber dari Al-Qur’an,
   dan
c) menerapkan akhlak mulia dan mentradisikan kebaikan
Jadi seorang da’i yang bijak mampu menyampaikan islam, dasar-dasar iman, dan ihsan dengan baik. Menjelaskan segala hal yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
  1. da’i
Seorang da’i harus mengetaui bahwa dirinya seorang da’i.
a)     Tugas Da’i = identik dengan tugas Rasul sebagai panutan. Berdakwah merupakan tugas setiap muslim.
Dari kemampuan da’i berdakwa ada dua macam yakni, dakwah bersifat individu dan bersifat kelompok.
b)     Bekal dan Persiapan Seorang Da’i =
     -    memahami secara mendalam ilmu, makna-makna,
          serta hukum-hukum yang terkandung dalam Al-Qur-an
          dan As-Sunnah.
-          iman yang melahirkan cinta kepada Allah, takut pada siksaNya, optimis akan rahmatNya dan mengikuti segala petunjuk RasulNya.
-          Selalu berhubungan dengan Allah dalam rangka tawakal atau meminta pertolongan. Selain itu, harus ikhlas dan jujur dalam kata dan perbuatan
  1. akhlak da’i
Seorang da’i harus mempunyai akhlak yang baik sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Ada tiga sifat yang sangat diperlukan seorang da’i. Pertama, berilmu (mengetahui) sebelum memerintah dan melarang, kedua, lembut, dan ketiga, sabar. Semuanya saling melengkapi.
  1. penerima dakwah
Seorang da’i harus mengetahui keberagaman audiens. Seorang da’i idealnya seperti seorang dokter yang mampu mendiagnosa penyakit sekaligus mengobati.
Ada baiknya perhatikan langkah berikut, sebelum seorang da’i memulai dakwahnya :
a)     memperbaiki diri sendiri hingga menjadi panutan dalam hal kebaikan
b)     memperbaiki keadaan rumah tangga dan keluarga agar menjadi rumah tangga yang muslim dan mukmin
c)      memperbaiki masyarakat dengan menebar kebaikan dan memerangi kemunkaran secara bijak, disamping juga memberikan motivasi untuk perbuatan-perbuatan yang baik dan akhlak yang mulia
d)     mengajak umat non-muslim ke jalan yang hak dan syariat islam
  1. metode
Metode dakwah ialah ilmu yang mempelajari bagaimana cara berkomunikasi secara langsung dan mengatasi kendala-kendalanya.
Sumber-sumber pokok metode dakwah yang dijadikan pegangan para da’i antara lain :
- Al-Qur’an
- As-Sunnah
- Sejarah orang-orang shaleh dari kalangan sahabat
- Tabi’in
- Ahli ilmu serta iman
  1. sarana dakwah
Sarana (media) ialah hal-hal yang dapat mengantarkan kepada sesuatu.
Sarana dakwah ialah hal (sesuatu) yang membantu da’i menyampaikan dakwahnya.
Ada dua macam sarana dakwah dari sudut penyampaian :
a.      Sarana tidak langsung
Adalah hal-hal yang menyangkut kesiapan diri seorang da’i sebelum menyampaikan dakwahnya. Ex: disiplin, sikap hati-hati dll.
b.      Sarana langsung
Adalah menyangkut teknik penyampaian melalui perkataan, perbuatan, dan perilaku da’i yang dijadikan teladan oleh orang lain, sehingga mereka tertarik kepada islam.
 

Tidak ada komentar

Salam ^^

Diberdayakan oleh Blogger.